Kepergian Bidadari

Kau bagai daun kering yang jatuh dari  pohonnya tertiup angin
Memenuhi jalan-jalan sepi, berlarian dan singgah tak menentu
Ringkih terinjak hancur jadi debu
Sepi duduk sendiri terbalut kain putih nan bersih
Rambutnya yang panjang terurai berkilauan kehitaman
Menebarkan wangi melati dari tubuhnya
Wajah yang kemarin lugu terlihat bersinar pesona keibuan
Seolah sembunyikan kepedihan dan rasa sakit yang mendera
Kini lonceng telah berbunyi..
Tibalah saatnya untuk pergi..
Dua malaikat telah memapahnya penuju tempat baru
Segala payah kini telah usai..
Namun iya masih termenung di tempatnya
Rintik hujan membasahi tak henti-henti
Berjuta-juta kenangan tenggelam di antara butiran-butiran air
Sepi.. kini hanya dirinya bersama pusara yang baru
Selamat tinggal bidadariku .. Do’aku selalu menyertaimu..

Artikel Terkait :

Iklan

Terima kasih untuk jejak yang anda tinggalkan...!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s