Kelahirannya Menjemput Kematiannya

Menerjang batasan ludahi adat
Ketika aturan di anggap belenggu
Busuknya realita sesakan jiwa
Tercekik doktrin gugurkan norma
Demi kehormatan sebuah harga diri
Janin tak berdosa di anggap petaka
Kau hancur leburkan sebelum mengembang
Sehingga hidupnya tak mengenal dunia
Kini kelahirannya tak pernah diharapkan
dan kematiannya mengubur aib yang melanda
Sungguh kelahirannya adalah kematiannya
Dan dia mati tanpa mengenal dunia..
Usai sudah terbuang jiwa dan nyawa pun melayang
Terkoyak tubuh hancur tanpa bentuk
Dimanakah nurani cinta yang dulu kau puja..??
Yang dulu pernah bersemi kini kau campakan
Kepingan luka yang semakin menghitam
Akan datang mengantui kenyataan yang kelam
Karna Segumpal daging yang tanpa dosa dipertaruhkan nyawanya
Menjadi tumbal buat aibnya..
Kini kelahirannya benar-benar tak pernah diharapkan
dan kematiannya mengubur aib yang melanda
Sungguh kelahirannya adalah kematiannya
Dan dia mati tanpa di tangisi..

Artikel terkait :

Iklan

6 komentar

  1. kasihan bayinya, sob blognya udah saya follow mohon di follback . terima kasih.

    1. ok mas wa’sihin saya akan fllback, terimakasih ya sudah berkunjung salam persahabatan mas

  2. kasihan bayinya 😦

  3. Kasihan bayi tak diharapkan, berani berbuat tak berani tanggung jawab.

    1. Betul banget mba
      sekarang jamannya sudah gila banget
      Banyak manusia yang keji

      1. Kenapa ga kasih ke panti asuhan saja ya. Banyak pasangan berjuang punya anak, lah yang punya malah di sia-sia kan :(.

Terima kasih untuk jejak yang anda tinggalkan...!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s