Surat untuk Sha-Sha

         Hari ini kepedihan sedang berdiri tegak di gelap malam ku dan setiap dinding penuh dengan kegelisahan, hanya ilusi dan bayang-bayang yang memalukan yang ada hari ini, menunggu mentari dikamar yang remang saat mata tak ingin terpejam hanya jengah yang ada dan hanya gundah yang meraja.

         Menit, detik dan jam tak pernah berpihak hingga tak dapat lagi ku ukir betapa sunyinya malam ini dan tak dapat lagi kurangkai kata-kata manis hari ini, hanya ada kata-kata yang menyakitkan dan hanya kepalsuan yang ada dalam kata-kata.

         Kini selimut sutra cinta darimu telah terkoyak  robek dan terbakar menjadi debu, kasih sayang pun telah terinjak-injak hingga tak punya arti, yang ada hanyalah keranda pengangkut mayat yang siap diberangkatkan ke Pusara keabadian dan bunga-bunga penyesalan telah di taburkan di atas gundukan tanah yang gersang sisa rindu yang tak terobati.

         Awan pun mulai gelap menanti tangis yang akan datang seperti rasakan kepedihan, dan petir mulai menyambar-nyambar namun selalu kujaga bingkai indah senyummu apakah kau tahu itu..??

         Andai kau tahu bahwa bingkai senyum dan indah di wajahmu takkan hancur meskipun tubuhku hancur bersama leburnya pengharapan dan cinta yang lain namun bingkai darimu kan selalu tetap indah dalam hatiku.. goodbye my dear friend

Iklan

Terima kasih untuk jejak yang anda tinggalkan...!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s