Apa itu Liberalisme..?

Dalam ensiklopedia wikipedia di jelaskan bahwa liberalisme adalah suatu paham atau tradisi politik yang menjunjung tinggi terhadap kebebasan. Secara umum paham ini ingin menciptakan sebuah masyarakat yang menjamin adanya kebebasan berfikir, berpolitik dan kebebasan dalam memiliki harta benda bagi setiap orang.

Kata liberal berasal dari bahasa Latin liber yang artinya adalah bebas, merdeka atau bukan hamba. Marcus Aurelius (121-180) dalam tulisannya yang berjudul Meditation menjelaskan dalam sistem pemerintahan yang mendasarkan pada kebebasan. https://catataniwariot.wordpress.com

Pada akhir abad ke-17 Jhon Locke menulis England of the Thingkers of the French Enlightenment (Orang Inggris dan Para Pemikir Pencerahan Perancis) yang mengkaji kebebasan dari sudut Right of  Man (hak asasi manusia) yang di tulis oleh Thomas Paine pada tahun 1791.

Kata liberal juga digunakan untuk menunjuk pada kebebasan berbicara, bertindak, dan memiliki harta. Pada tahun 1776-1788 Edward Gibbon memaknai kata liberal dengan positif, yaitu bebas dari prejudice (presangka), dogma atu tradisi. Selain itu dia juga memaknai kata liberal dengan toleransi.

Pada tahun 1801 kata liberal secara formal mulai digunakan untuk menunjuk pada makna kebebasan dan demokrasi, dan pada akhir abad ke-18 liberalisme telah menjadi ideologi penting hampir di semua negara maju.

Dalam pemikiran barat secara garis besar ada empat aliran dalam liberalisme yaitu :

Pertama : Liberalisme Politik, yaitu aliran politik yang menentang kekuasaan raja yang mutlak atau diktator, Tokohnya John Locke contohnya adalah Magna Carta.https://catataniwariot.wordpress.com

Kedua : Liberalisme Budaya, yaitu aliran yang menentang segala bentuk undang-undang atau peraturan, baik yang didasarkan pada ajaran agama atau norma masyarakat yang mengekang kebebasan individu yang berkenaan dengan cara hidup seperti kebebasan berfikir, beragama dan hubungan seksual. Tokohnya adalah John stuart Mill. contoh kasus adalah negara Belanda.

Ketiga : Liberalisme Ekonomi, yaitu aliran yang menentang segala undang-undang yang membatasi hak milik pribadi, Tokohnya adalah Adam Smith dan David Ricardohttps://catataniwariot.wordpress.com

Keempat : Liberalisme Sosial, yaitu aliran yang menentang segala bentuk ketidaksamarataan dalam hal mendapatkan peluang, Tokohnya adalah John Dewey dan Mortimer Adler.

Sedangkan orang yang pertama kali menggunakan istilah Islam Liberal adalah Fyzee. Islam liberal yang dilontarkan oleh Fyzee hanya sekedar refleksi kritis, tanpa menyentuh agenda aksinya. Islam Liberal mulai marak dan semakin mendekati kompleksitasnya setelah ada sebuah studi cukup serius dari Leonard Binder. Dia menarik Islam Liberal ke dalam agenda aksi global, seperti bagaimana Islam Liberal menyikapi liberalisme, serangan orientalisme, kapitalisme, marxisme, developmentalisme, nasionalisme, pragmatisme dan tentu saja sekulerisme politik global.

Charles Kurzman membuat enam wacana besar Islam Liberal beserta mazhab pemikirnya.

Pertama : Melawan teokrasi, “keyakinan bahwa raja adalah sebagai wakil dari Tuhan,” tokohnya adalah Aliy ‘Abd Ar-Raziq (Mesir, 1888-1966), M Khalaf-Allah (Mesir, 1916-1997), dan Mahmud Taleqaniy (Iran, 1911-1979)

Kedua : Demokrasi “Democracy“, tokohnya adalah M. Sa’id al-Asmawiy (Mesir, 1932), M. Natsir (Indonesia, 1908-1993), Mehdi Bazargan (Iran, 1907-1995), Dimasangcay A. Pundato (Pilipina, 1947), Rachid Ghannouchi (Tunisia, 1941), dan Sadek Jawad Sulaeman (Oman, 1933).

Ketiga : Hak-hak perempuan dalam Islam (rights of women), tokohmya adalah Nasira Zainu ad-Din (Lebanon, 1905), Benazir Bhutto (Pakistan, 1953), Fatima Mernissi (Maroko, 1940), Amina Wadud Muhsin (Amerika, 1952), dan Muhammad Shahrour (Suriah, 1938). JANGAN COPAS DONG

Keempat : Hak-hak non Muslim the rights of non-Muslim“, tokohnya adalah Humayun Kabir (India, 1906-1969), Chandra Muzaffar (Malaysia, 1947), Mohamed Talbi (Tunisia, 1921), Ali Bulac (Turki, 1951) dan Busmir Mahmutcehajic (Yugoslavia-Bosnia, 1948)

Kelima : Kebebasan Berfikir (freedom of tought), tokohnya adalah ‘Aliy Syari’atiy (Iran, 1933-1977), Yusuf al-Qardawiy (Mesir-Qatar, 1926), Mohammed Arkoun (Perancis, 1928), Abdullah Ahmed an-Na’im (Sudan, 1946), Alhaji Adeleke Drisu Ajilola (Nigeria, 1932) dan Abdul Karim Soroush (Iran, 1945). JANGAN COPAS DONG

Keenam : Progresifitas (kemajuan), tokohnya adalah M. Iqbal (India, 1877-1938), Mohmoud Mohamed Thaha (Sudan 1909-1911), Nurcholish Madjid (Indonesia, 1939), Mamadiou Dia (Senegal, 1911), Fazlur Rahman (Pakistan-As, 1919-1988), dan Shabbir Akhtar (Pakistan-Inggris, 1960).

Pencarian otentisitas Islam dari sudut pandang “pemikir” muslim liberal, melahirkan tiga model utama Islam Liberal.

Pertama, pemikiran dan sikap liberal memang secara otentik dilegitimasi oleh syariat Islam, yang oleh Kurzman disebut Liberal Syariat, sepanjang syariat Islam dipahami secara tepat, sesungguhnyaia bersifat liberal. Piagam Madinah, misalnya, yang isinya memberikan jaminan atas hak-hak non-Muslim untuk hidup secara aman dan damai dibawah pemerintahan muslim, menjadi bukti sejarah semasa Rasulullah SAW tentang bagaimana syariat islam memecahkan problem-problem kontemporer secara liberal, inilah model pencarian otentisitas Islam, yang jika kita berpikir dan bertindak liberal, maka sesungguhnya hal itu merupakan perintah Tuhan. JANGAN COPAS DONG

Kedua, berbeda dengan Liberal Syariat, model Islam Liberal ini berpandangan bahwa syariat justru tidak memberikan jawaban-jawaban yang jelas atas problem-problem tertentu, bentuk negara, misalnya, syariat tidak memberikan juklak secara khusus model negara yang harus diikuti muslim. Disinilah syariat diam. Kurzman menyebutnya Silent Syari’at (Syariat yang diam).

Ketiga, berbeda dengan Liberal syariat maupun Silent Syari’at (Syariat yang diam), model ketiga dari madzhab Islam Liberal ini berpandangan bahwa syariat, meski bersifat Ilahiah, namun sesungguhnya ia tak lepas dari produk penafsiran manusia. Setiap penafsiran manusia atas syariat, tentu hasilnya berbeda  satu sama lain . Diakuilah multi penafsiran atas syariat. Asad, Arkoun, Sardar dan Soroush adalah sepakat membenarkan keanekaragaman penafsiran atas syariat, yang menurut sabda Rosul tetaplah menjadi rahmat Tuhan”. Inilah model ketiga yang disebut Kurzman sebagai Interpreted Syari’at (Syariat yang ditafsirkan). JANGAN COPAS DONG

Iklan

4 komentar

  1. kiranya kita menganut liberal secara utuh

  2. hmm, aku masih belum terlalu paham dengan liberalisme ini

  3. Maru menjadi seorang liberal….

  4. semoga kita tak menjadi bagian dari liberalisme 😐

Terima kasih untuk jejak yang anda tinggalkan...!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s