Buku yang ku baca Hari ini

“Perbedaan Marhaenisme dan Marxisme

Pagi ini gw bingung mau ngapain, gw buka-buka buku aja hasil dari obrak-abrik lemari penyimpanan buku-buku bekas almarhum kakek gw dan ada kamus populer yang didalamnya dari bahasa Arab sampe Yunani dan kamus ini dibuat pada tahun 1938, tua banget ni buku.. dan ternyata ada tulisan yang membuat gw tertarik untuk membacanya yaitu tentang marhaenisme dan marxisme yang dalam istilah kata Marhaenisme adalah suatu paham yang di anut oleh PNI yaitu “Partai Nasional Indonesia” yang didirikan oleh Ir. Soekarno pada masa itu dan Marhaenisme diambil dari kata Marhaen yaitu nama seorang petani miskin dan gue cari di mbah google makamnya tuh udh di abaikan kalau mau tau makamnya disini, lah koq jadi cerita makam..!!! lanjut..!! mengapa Soekarno  menciptakan istilah “Kaum Marhaen” yaitu untuk menyebut semua orang Indonesia yang miskin namun masih memiliki sekedar alat Produksi “jadi tidak menjual tenaga semata-mata”. Dan Soekarno juga menegaskan bahwa Marhaenisme adalah Marxisme yang di terapkan di Indonesia dengan di lengkapi  jiwa Kebangsaan dan KeTuhanan, dan Soekarno pun resmi dinyatakan dan di angkat sebagai “Bapak Marhaenisme Bung Karno” dan Karl Marx sebagai “Guru besar kita”, namun dalam tubuh PNI timbul golongan yang anti Marxisme dan kemudian menolak ajaran Soekarno dan tidak ingin mengakui Soekarno sebagai “Bapak Marhaenisme” Golongan ini dengan “Yudha Pratidina-nya” Akhirnya Soekarno pun mengembalikan arti Marhaenisme pada Trisila yaitu : Ketuhanan yang Maha-Esa, Sosio Nasionalisme dan Sosio Demokrasi

Mengapa demikian sebab Marxisme yang ajarankan  Karl Marx si Guru besar bertujuan mencapai masyarakat sosialis tanpa kelas-kelas dan dengan demikian akhirnya adanya pemerintahan politik akan tidak di perlukan lagi.. “bagus juga sih kalau kaya gini dari pada sekarang banyak politik yang disalah gunakan akhirnya rakyat juga yg jadi korban” tapi Marxisme ngga bagus juga dalam hubungannya dengan agama menurut Lenin, Marxisme memandang semua agama modern dengan segala tempat ibadahnya dan semua organisasi agama sebagai alat-alat dari kaum Borjuis untuk mempertahankan penjajahan mereka dan untuk meracuni masyarakat kelas buruh. dan Agama sebagaimana di definisikan oleh Marx adalah candu bagi rakyat, jadi setiap pikiran tentang agama dan tentang Tuhan dan setiap detik sangkaan bahwa Tuhan itu ada, merupakan suatu kejahatan yang paling berbahaya dan suatu penyakit yang paling gila didunia ini. Marxisme yang berdasarkan matrealisme sama sekali tidak percaya pada Tuhan Yang Maha Esa dengan tegas serta keras berlawanan dengan semua agama. Marxisme juga akan memerangi semua agama, terlebih dahulu agama-agama yang berorganisasi dan akhirnya semua agama ayang ada di dunia ini akan di basmi… “Gila Benerrrrr…!!!

Iklan

Terima kasih untuk jejak yang anda tinggalkan...!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s