Akulah sang Penzinah

Dibalik hati yang pekat rasa itu selalu berbisik
Rayuannya laksana kenikmatan yang tiada tara
Diantara dosa dan keburukan dia menari memanggilku
Laksana bidadari yang membisikan rayuan manja

Akulah sang penZinah yang rebahkan lelah dijagat raya
Kasurku adalah puing-puing dari neraka
Hidupku bagai lapak-lapak penimbang dosa
Langkahku adalah puisi kenikmatan
Logikaku pudar terbakar nafas yang memburu
Tujuanku hanya lorong hitam pekat diantara rimba

Ya.. akulah si penzinah
Tak ada kata indah selain kenikmatan
Tak ada rayuan selain diatas dua bukit yang halus nan lembab
Pandanganku pudar bersama jiwa-jiwa yang liar

Diantara tubuh-tubuh halus pikiranku penuh ilusi
Lambungkan imazinasi untuk mencicipi
Benak hitam itu sahabatku
Rimba belantara tak jadi masalah buat ku melangkah

Akulah si penzinah
Yang diajarkan menari oleh iblis
Didendangkan lagu-lagu dari kobaran api neraka
Didongengkan tentang kenikmatan dunia

Akulah si penzinah
Yang terkapar lelah tak berdaya
Tubuhku penuh kotoran iblis
Jiwaku dalam genggamannya

Akulah si penzinah itu

Iklan

4 komentar

  1. Stending eplos bwt yang nulis puisi ini. 😀

    1. 😀 thanks gan, mencoba bongkar sebuah kejujuran yang terpendam

  2. benar sekali sob…
    dalam sekali perenungan buat ini…
    apalagi untuk pribadi seperti saya, yang mudah sekali tergoda oleh iblis satu ini…

    1. trimakasih zass..

Terima kasih untuk jejak yang anda tinggalkan...!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s