Tirai Pekat Seorang Psk

Tirai pekat di balik asa
Ketika logika tidak lagi dirasa
Jiwa-jiwa gundah menari dihitamnya malam
Berbisik tentang keburukan hari ini

Inikah galau yang sebagian orang katakan
Ataukah hanya kiasan di ketakutan gelap
Entahlah mungkin ini hanya bayangan yang tak pasti
Atau sekedar kenangan yang tercampakkan

Ruh-ruh yang berdiri diantara dua jalan yang berbeda
Bagai lukisan dosa yang nyata
Seperti buih-buih dilautan
Yang terkadang ada dan tiada
Ya seperti itulah perjalanan hari ini
Seperti angin yang dihirup namun tak dapat di rasa

Hingga semilir angin menemani
Menyelinap dibalik ranting-ranting rapuh
Mencoba dendangkan nyayian bersama dedaunan
Namun nadanya semakin menambah mencekam
Hingga kesunyian itu membius logika yang nyata

Sepi dan jengah semakin menhantui
Seorang yang dinanti tak kunjung tiba
Seperti berharap kebaikan meskipun dosa
Sebab bayangan dosa telah hilang dikepala
Yang ada hanya esok makan apa

Dialah bidadari-bidadari di gelap malam
Yang mengusir gundah akan hari esok
Menutupi Luka yang semakin kasar dan menghitam
Menikmati kepuasan meski peran itu tak diinginkan

Iklan

2 komentar

  1. dalem bgt, Kang.. “menikmati kepuasan meski peran itu tak diinginkan” saya suka frasa ini, singkat, tp benar2 menggambarkan pergulatan batin si objek puisi šŸ™‚

    1. trimakasih mba septi..

Terima kasih untuk jejak yang anda tinggalkan...!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s