Janin

Aku bukanlah puisi
Yang terlihat, berwajah dan berkaki
Aku seluruh hati yang tembus pandang
Bersembunyi namun berdenyut dan merayap
Seperti nafas yang hangat
Dan seperti angin yang lembut
Memperluas sayap seperti cinta
Seluruh alam semesta adalah rumah ku

Lihatlah sebuah pelanet tergelincir ke sebuah nada
Apa dan siapa hingga mengalahkan kecepatan
Aku adalah rahasia yang sama aneh dengan delirium
Apakah kalian pernah mendengar

Aku daging yang memanjat dari derita tubuh yang ku huni
Dan aku keinginan yang terbakar di mahkota
Wahai cahaya diketinggian
Aku mengambil dunia yang sedang sekarat
Yang menahan tubuh yang belum sempurna terbentuk
Membungkus jeritannya dengan simbol suci

Aku seperti pemusnahan
Seperti darah yang mengalir dikepala
Yang akan bertemu di depan mata
Ketika sejarah dituliskan
Aku telah berada disebuah halaman lain
Antara kematian dan kehidupan

Renungan hidup membentuk apapun
Hingga menelan dan membakarnya
Seperti matahari yang memecah di otak kepala
Apakah ledakan itu terdengar oleh anda ?

Aku bukan puisi yang di tuliskan
Yang tak terlihat, tak berwajah dan berkaki
Aku adalah seluruh hati yang tembus pandang
Yang memohon sebuah kata untuk hidup
Yang akan dipakai di sebuah pesta
Yaitu melihat dunia yang baru

Aku adalah sebuah kelahiran yang dinanti

Iklan

Terima kasih untuk jejak yang anda tinggalkan...!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s