Menuju Pusara Keabadian

Pada suatu senja
Sebuah jiwa rapuh tersimpuh
Semilir angin hanyutkan rindu
Hingga membawa resah  semakin dalam

Masih terngiang dalam benak
Saat terakhir bersama
Memberi kesempatan satu malam
Untuk bisa menemani

Kau peluk diriku erat
Dengan sejuta tatapan kosong
Penuh ketakutan diraut wajah
Seperti memberikan isyarat
Oh.. Seandainya ku tahu
Aku tidak akan melepasmu
Sampai mentari menerangi bumi

Rombongan kerudung hitam
Telah datang untuk menghantar
Sebuah pusara telah dibentangkan
Waktunya persiapkan untuk menghadap-NYA

Inilah waktunya untuk menuju pusara
Dimana keabadian telah menunggu
Kenang kamarin hanyalah kiasan
Seperti terbangun dalam mimpi

Sampai disini tepat didepan pusara
Tak percaya ku lihat sebuah nisan
Terukir namamu
Waktunya mengucapkan selamat tinggal
Semoga kau menemukan ujung pusara
Dimana semua keindahan berada disana
Selamat jalan mimpi yang indah
Semoga dikeabadian nanti kita bisa bersama

Iklan

One comment

  1. Teman Kita,saudara kita yang dekat dengan kita telah di panggil duluan.
    Kita juga akan mendapat gilirannya ,pasti dan akan melaluinya
    Kita tak tau kapan Maut akan datang.
    Hanya persiapan apa yang kita lakukan untuk menjalani kehidupan setelah kita mati..

Terima kasih untuk jejak yang anda tinggalkan...!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s