Tahun dengan 2 perayaan kemerdekaan

Tahun ini indonesia merayakan dua kemerdekaan, yang pertama kemerdekaan negeri dan yang kedua kemerdekaan iman coz dibulan ini pula kita sedang berjuang melawan segala hawa nafsu yang sebagian orang belum tentu benar-benar bisa melawannya, nahh benarkah kemerdekaan negeri ini dikhususkan hanya untuk konglomerat saja, kenapa gw bilang demikian coz masih banyak yang bilang kalau mereka masih melihat orang-orang dijalan untuk mengemis..

Emang sih kalau gw perhatikan juga demikian, buktinya tepat dibulan ini juga masih begitu banyaknya pengemis dipinggir-pinggir jalan, kalau memang negeri ini sudah merdeka kenapa masih saja ada orang-orang miskin dijalan-jalan seandainya benar negeri ini merdeka sudahkah yang 3 hal ini terpenuhi
1. Rakyat harus terbebas dari belenggu kelaliman dan juga dari segala penindasan yang dilakukan aparat maupun kekerasan dari rakyat itu sendiri sehingga yang namanya saling membunuh, memperkosa, dan perapasan hak-hak sudah tidak ada lagi
2. Rakyat harus dilepaskan dari beban berat dan diberikan keringanan untuk hidup di alam merdeka. hidup tidak kekurangan rumah sakit dipermudah serta bahan pangan, sandang dan papan sudah ga jadi persoalan buat kaum buruh
3. Memberi makan kepada rakyat yang miskin & kelaparan serta membawa mereka kedalam kesejahteraan, sehingga ga ada lagi gelandangan yang musiman maupun yang harian dan juga ga ada lagi anak-anak yang dijalan

Ketiganya belum mendapatkan tempat & dijalankan secara penuh oleh Pemerintah & Penguasa Negeri serta “orang kaya” negeri ini, walaupun semuanya sudah tertulis baik di kitab Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Peraturan Menteri bahkan sampai Visi & Misi Perusahaan-perusahaan para konglomerat negeri ini, itulah yang harus dipertanyakan MENGAPA.. ??

Jika para pemimpin negeri ini melihat pengemis di pinggir jalan apakah mereka menganggap hal itu sebagai pemandangan “biasa” saja atau sesuatu yang membuat mereka “trenyuh” dan “luar biasa” ? Karena gambaran banyaknya kemiskinan, kelaparan, tuna wisma sebenarnya bisa dijadikan satu barometer apakah negeri ini benar-benar merdeka atau belum. Di negara-negara maju memang dijumpai pengemis, tuna wisma dll, namun Indonesia sebagai negara yang merdeka & kaya raya dengan pengguna “Blackberry” nomor 2 di dunia setelah Amerika Serikat (bahkan mungkin sekarang sudah nomor 1 di dunia setelah orang Amerika Serikat lebih cinta iPhone atau Android) anehnya mempunyai jumlah pengemis & tuna wisma terbanyak, Padahal rakyat Indonesia bukan bangsa nomaden, tetapi banyak rakyat Indonesia yang terpaksa berpindah-pindah tempat tinggal karena memang tidak mempunyai tempat tinggal alias tuna wisma.
Pengemis di kota-kota besar di Indonesia sepertinya ada yang mengorganisir & Pemda tidak mampu untuk menertibkan karena sebagian besar pejabatnya mungkin juga menerima “upeti” dari “event organizer” para pengemis, Akhirnya pengemis yang benar-benar “mengemis” karena memang sudah tidak mampu lagi bekerja & berkarya kalah dengan “pengemis profesional”…?
Rakyat yang merdeka seharusnya menikmati kehidupan yang baik, cukup sandang & pangan serta papan. kalaupun ada pengemis seharusnya memang hal itu karena “kesalahan” pada dirinya sendiri, bukan karena kesalahan negara yang memang tidak mampu memerdekakan mereka

Benarkah rakyat belum terbebas dari belenggu kelaliman? Ya, beberapa fakta membuktikan hal tersebut :
a. Masih dijumpainya penyerobotan tanah, penggusuran, perampasan hak atas harta benda & penghilangan nyawa di berbagai daerah di Indonesia.
b. Perlakuan hukum yang timpang antara satu Warga Negara Indonesia yang satu dengan yang lainnya. Kelaliman para penegak hukum yang menindas & diskriminatif terhadap rakyat kecil sungguh masih dirasakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia.
c. Keinginan berkuasa para “Pembesar” negeri ini yang tujuannya bukan untuk mensejahterakan rakyatnya akan tetapi untuk “mengangkangi” proyek-proyek besar & mengeruk kekayaan di daerahnya.
Semuanya tidak perlu diberikan contoh kongkrit, lihat saja kasus-kasus di Papua yang terus bergolak & bisa dibaca di media online & media cetak yang ada di negeri ini.
Bila memang rakyat merdeka, maka seharusnya hal-hal diatas sulit terjadi atau sangat kecil sekali terjadi, namun apa yang terjadi? semuanya masih saja terjadi..

Ya semoga saja di tahun ini selain merayakan kemerdekan negara juga merayakan kemerdekaan iman bisa menjadi hal positif dengan semakin kuatnya iman untuk tidak lagi brbuat semena-mena.. kalau bisa dengan keimanan pula semua orang bukan hanya pejabat dan aparat yang membawa negeri ini aman sentosa tetapi rakyat pun harus saling membantu untuk menciptakan negeri ini menjadi negeri yang merdeka bukan hanya merdeka kesejahteraan tetapi merdeka dengan artian yang luas.. termasuk merdeka atas hak-hak dan keamanan, merdeka sandang, pangan dan papan dan juga merdeka dari kemiskinan… dan sepertinya rakyat pun harus punya peran besar juga untuk membantu menciptakan keamanan jangan hanya aparat yang berperan.. nahh dengan merdekanya keimanan.. yukkk kita sebagai generasi muda kita ciptakan jiwa saling membantu dan menolong antar sesama jangan hanya berpangku tangan kepada aparat dengan menularkan jiwa patriot dan cinta kasih sayang antar makhluk hidup..

SELAMAT DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESA dan SELAMAT UNTUK YANG TELAH BERJUANG MELAWAN HAWA NAFSU

Iklan

4 komentar

  1. setuju. konsep kemakmuran itu termasuk menyisihkan dan berbagi kepada yang membutuhkan. supaya jangan..”yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.” semoga mulai besok indonesia yang sejahtera dan adil makmur bisa bener2 tercapai. Amin. merdeka!

  2. setuju dan aiiiin 😀

    1. terimakasih sweetyvinz.. 😀

Terima kasih untuk jejak yang anda tinggalkan...!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s