Titik Jenuh Realita Persahabatan

“Jalan Kita Berbeda teman”

Ketika kalian menghujaniku dengan ribuan panah tajam yang anehnya tak membuatku merasa sakit sedikitpun, bahkan terlalu menikmati hingga aku lupa akan rasanya, mengapa masih saja kamu lakukan sedangkan hatiku tak ingin menikmati tusukan demi tusukan yang menancap dan membentuk karakter yg kau tak akan bisa menyangka dan akhirnya menebal jadi gumpalan yang harus kubuang, tidakkah kamu rasakan “PENOLAKAN” ini…???

Hari ini gue benar-benar berada di titik kejenuhan yang sangat-sangat membuat gue muak sama realita, entah lah gue sendiri engga ngerti sama hari-hari yang semakin lama membuat gue terpuruk dengan dunia sepi yang selalu gue nikmati.

Gue jadi lebih senang memiliki sahabat di dunia maya yang gue anggap membuat gue merasa ada, dari pada kehidupan nyata gue yang selalu menjauh dari gue bahkan engga pernah merasa bahwa gue sahabat mereka, gue benar-benar merasa di kucilkan

Sebenarnya gue benci keadaan seperti ini, tapi mereka juga engga mau mengerti ya sudahlah gue nikmati saja, lebih baik gue punya satu teman dari pada banyak teman yang selalu merasa bahwa gue adalah beban mereka, walau pun gue engga pernah minta bahkan ngemis sama mereka, dalam hidup gue lebih baik gue kerjakan sendiri dari pada harus nyusahin orang lain, tapi kalau mereka merasa di susahin sama gue ya itu urusan mereka lah, gue hanya ingin berfikir positif aja engga ingin berfikir yang engga-engga, lagi pula gue bukan anak kecil lagi yang jikalau engga punya teman itu menangis.

Gue itu bukan anak ayam..!! gue itu merasa seperti elang yang selalu ingin terbang tinggi dan melanglang buana dengan ribuan mimpi yang harus gue kejar dengan kepakan sayap gue, karena gue bukan pemimpi yang hanya berharap di satu tempat yang tidak pernah menjanjikan apa-apa untuk masa depan gue.

Baru kaya gini gue merasa rialita persahabatan yang semakin dewasa tapi kelakuan semakin kaya anak kecil, logikanya engga masuk akal, justru malah gue seolah hampir terbawa sama mereka, gue engga perduli lagi mereka mau ngomong apa saja tentang gue yang jelas gue akan berusaha menjauh dari mereka dari pada harus masa depan gue engga karuan karena pergaulan yang engga sehat menurut gue, biarlah gue nikmati dunia maya gue sendiri untuk berfikir lebih maju kedepannya walau pun banyak  orang yang menggap itu adalah hal bodoh, tapi menurut gue ini adalah jalan yang tepat untuk gue menuju kedewasaan dalam berfikir dari pada harus berteman yang menggap gue adalah benalu

Logikanya benalu adalah sebuah parasit yang menempel yang seolah-olah gue adalah binatang yang mengisap darah mereka sampai habis, gila banget..!! hidup gue itu DIY do it yourself apa pun yang gue lakuin itu dengan tangan gue sendiri, gue engga pernah mau jadi pengemis buat sahabat gue sendiri, walau pun kalau mau di ungkit apa yang pernah gue beri mungkin jauh dan sangat jauh dari apa yang mereka omongin yang katanya pernah memberi

Gue benar-benar engga suka realita persahabatan kaya gini yang mengharapkan imbalan dari sahabat, gue bukan anak kecil lagi yang bisa selalu mngikuti kemauan sahabat, dan gue engga mau terbuai sama pergaulan yang semakin hari semakin engga sehat dan bahkan menjadikan kita seorang pemalas gue benar-benar engga ingin lagi, cukup sampai disini gue mengenal realita persahabatan yang mereka pikir inilah hidup yang nyata dalam pergaulan, itu menurut mereka dengan segala politik logikanya, tapi menurut gue it’s all bullshit

Iklan

13 komentar

  1. kadang memang dunia maya lebih nyata (pertemanannya) daripada dunia nyata itu sendiri… kadang kita sama kasus…

    1. Senasib ni mas yasir 😀
      terimakasih ya mas sudah berkunjung

  2. hmmmm … jadi berfikir 😦

    1. Engga usah di pikirin gan biar saya saja yang mikir 😀
      btw, thank ya sudah berkunjung

  3. curhatan yang mendalam!:)

    1. 😀 jadi malu dibilang curhatan

      1. terus apa dong?hehe

      2. iya juga sih kalu dibaca lagi
        abis ngalir aja sih di otak dan tangan saya 😀

      3. lalu apa dong kalau bukan curhatan?:D

  4. saya faham kondisi sprti drmu bung. khilangan tman bkn apa2 dibanding khilangan diri sndiri, smngat brdiri diatas kaki sndiri ^^

    1. trimakasih MrFz

  5. Hmmm…Zie sama Sam pernah sampai di titik ini,abang….
    Bahkan nyaris “putus”….
    Tapi ternyata, ketika keduanya sama-sama mau menurunkan level egoisme masing-masing, berusaha mengerti apa yang diinginkan ‘kamu’, dan bukan harus ngertiin ‘aku’…
    demi menyelamatkan persahabatan mereka…. semuanya jadi jauh lebih indah dari sebelumnya.
    bener,bang… proses menuju kedewasaan itu susah memang. Tapi yakinlah, kalau bisa dilalui buahnya manis kok 🙂

    semangat….

    1. Terimakasih mba Anz1el, iwa tetap semangat kok meski belum mengerti jalan pikir mereka, coz persahabatan ini bukan cuma iwa dan satu orang saja tapi ini persahabatan yang menurut iwa sudah tidak sehat
      sebenarnya iwa punya sahabat baik tapi sayang satu orang ini sudah menikah jadi sekarang untuk komunikasi dan bertemu itu susah mba

Terima kasih untuk jejak yang anda tinggalkan...!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s