Ketika keLabilan menyatu dengan Amarah

Seperti resah yang mengelayut di pikiran
Logika nyata tak pernah nalar
Terikat kencang belenggu kepenatan
Emosi mengalir di dalam darah
Menjadi satu dalam raga yang merasa
Bahwa hidup adalah sendiri

Hanya satu jalan menuju dan mencari pelampiasan
Amarah ini tak terbendung
Seperti bom atom yang akan meledak
Detik, menit dan jam telah di kuasai emosi
Singgasana seolah telah berkeping-keping
Ratu sabar telah pergi meninggalkan

Tenggorokan ini seolah tercekik
Menggoncang tubuh tak terkendali
Haruskah dipecahkan..?
Atau hanya berdiam diri menguasa kelabilan
Dunia ini seolah hampa tanpa udara
Hanya debu yang menggelapkan mata

Hidup itu harus seperti karang di lautan
Tapi karang pun akan hancur terhantam ombak
Hidup itu harus seperti besi
Tetapi besi pun akan hancur dimakan karat
Logika ini sudah tidak bisa di bendung dengan kompromi
Labil telah menyatu dalam amarah
Mengalir dan meracuni isi kepala

Iklan

3 komentar

  1. formula kelabilan dengan amarah mungkin bakal menghasilkan tulisan hebat jika dituangkan dengan pena,,,sperti tulisan diatas 🙂

  2. kelabilan dan amarah akan goyah dengan doa dan ketenangan hati….
    hehe #asal ngomong

    1. Mmmm.. sepertinya mba anis benar 😀

Terima kasih untuk jejak yang anda tinggalkan...!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s